Deadaunan jatuh
di antara manusia
mengaku avatar
turun ke bumi dengan perintah
Pencipta yang juga Perusak
Deadaunan jatuh
dihadapanku
aku manusia biasa
turun ke bumi dengan perintah
Penyayang yang juga Pembenci
Aku kini mati di bunuh avatar
sebelum jasad hancur
aku masih hidup
aku hidup
tapi mati.
Cari!!!
Wednesday, April 25, 2007
Mati Sebelum Mati
Posted by Ksatria Petir at 3:55 PM 0 comments
Tuesday, April 24, 2007
Tidak Apa-Apa, Aku Sudah Biasa Sendiri
Waktu itu jam makan siang, seperti biasa saya ambil jatah makan dari kantin lalu mencari tempat duduk. Kebetulan tinggal satu tempat duduk dalam sebuah meja yang sudah diisi empat orang rekan kerja. Makan seperti biasa lancar, kali ini dengan sedikit ngobrol. Setelah 1 atau dua suap, satu per satu rekan kerja pergi membawa baki makannya menjauh.
"Maaf, yah saya mau ngobrol dengan si itu.." suaranya pamitan.
kemudian diikuti dengan yang lain.
"Tidak apa-apa, saya sudah biasa sendiri." jawabku sambil mengunyah makanan.
kemudian suap demi suap mampir di mulutku hingga saatnya aku harus mengembalikan baki ke tempat cuci piring, dan kembali ke dalam ruanganku yang juga sendiri.
Posted by Ksatria Petir at 1:18 PM 0 comments
Labels: diary
Wednesday, April 18, 2007
Mencari
Aku berjalan pelan...
sangat pelan
menyusuri gelap
mencari setitik
jarum yang akan
menembus luka dan mengeluarkan......
nanah membusuk dalam tubuh....
aku mencari.....
Posted by Ksatria Petir at 9:00 AM 0 comments
Monday, April 09, 2007
Menjelang Berubah
Setelah dua puluh empat tahun menjadi manusia yang fana, aku kini akan berubah.
Aku akan berubah menjadi sosok yang berbeda, dengan tanggung jawab yang lain juga.
Aku menunggu kehadiran sosok yang lain, yang akan merubah hidupku
aku menunggu kehadiran hadiah Tuhan melalui rahim istriku.
Posted by Ksatria Petir at 4:23 PM 0 comments
Thursday, April 05, 2007
Aku Kembali
Dalam seribu langkah, aku telah menjadi jiwa yang tak tertata
aku menjadi sesosok aura yang terbang dalam gelap.....
heheh.. maksudnya apa ya?
anyway... i'm back i try to write any notes of my life
Posted by Ksatria Petir at 1:58 PM 0 comments
Wednesday, August 09, 2006
Aku, dan Dua Dunia(prolog)
Pagi, Semua mata masih terpejam, dalam duniaku, hanya aku yang dapat membuka mata saat matahari mulai muncul di timur. Ini duniaku, dunia dimana aku adalah yang paling istimewa sekaligus paling tidak istimewa. Beranjak dari kamar menuju kamar mandi bebas tanpa busana, karena hanya aku yang dapat membuka mata di pagi ini. Jarum jam menunjuk angka 8, saatnya aku untuk mulai berangkat ke dunia nyata, dunia dimana aku adalah yang paling wajar dalam segala hal. Tidak ada yang tahu kalau aku punya duniaku, dimana semua orang menanyakan aku, dimana semua orang memberikan pujian padaku. Di duniaku, aku tidak terbiasa dengan cacian, semua penuh pujian.
Aku di dunia nyata. Aku memiliki sahabat yang tak pernah ku tahu isi pikiran dan isi hatinya, sahabat yang sewaktu-waktu siap menjadi musuhku, bahkan musuh besarku. Aku memiliki pula robot-robot yang aku tahu isi pogramnya, dan aku tahu takkan berkhianat, karena memang aku program untuk setia. Di dunia nyata aku menjadi yang biasa dan tak lebih istimewa dari sebuah alat yang bisa dibuang kapan saja saat aku sudah tidak dibutuhkan. Aku melayani, melayani, melayani dan melayani. Apapun bentukknya aku melayani, seperti robot yang ku program, seperi sahabat-sahabatku yang setiap saat bisa berkhianat.
Lalu aku kembali ke duniaku, tempat dimana tak ada pengkhianat, tak ada program obot, dan tidak ada yang kulayani, aku adalah yang dilayani. Tak ada yang tak bisa aku lakukan di duniaku, semua dalam kendali, termasuk angin, air ,tanah dan api.
Yang tidak aku lupa adalah aku tetap dalam kendali takdir Tuhanku.
Tuhan tetap mengdalikan dunia yang kukendalikan, tepatnya aku menjadi bagian dari pemainan Tuhanku yang memberikan aku tempat dalam duniaku dimana tak seorang pun makhluk seperti aku memiliki yang aku punya. Aku mengendalikan, tapi aku dikendalikan. Aku adalah bagian dari bidak-bidak dua fungsi dalam dua dunia. Aku tak akan bisa lepaskan salah satu dunia, dunia nyata maupun duniaku, kecuali Tuhan memerintahkan aku untuk kembali kepadanya.
Aku harus berfungsi pada dunia nyata juga harus berfungsi dalam duniaku, dunia dalam tidurku.
Mimpi.
Rizki Pradana
Jakarta, 1 Agustus 2006
*Kitab Entah adalah Anthologi Mimpi
Posted by Ksatria Petir at 10:02 AM 0 comments
Sunday, August 06, 2006
Aku Sakit karena Aku Hidup
2Aku Sakit karena Aku Hidup2
Mataku masih terpejam, padahal aku sudah sadar, sudah bangun, tapi aku tak dapat membuka mataku, ada yang menahannya. Aku coba dengan tanganku tapi tetap saja tidak dapat terbuka. Kemudian aku panik hebat, aku ingin sekali melihat keadaan. Lalu aku teriak, dan meronta marah. Aku merasa tak ada orang-orang di sekitarku, lalu aku berteriak lagi lebih keras, lalu aku mendengar suara langkah, entah manusia entah binatang atau makhluk lainnya. Kemudian mataku terasa hangat, dan segera bisa terbuka.
Ketika mataku terbuka, dan melihat sekitar, aku langsung jatuh pingsan lagi. Kemudian aku merasa kepala dan dadaku sakit, sangat sakit, seperti ada yang menusuk-nusukkan jarum panas. Mataku terbuka, tapi pandanganku jauh dari jelas. Aku masih terus meronta merasakan sakit, hingga aku tidak bisa merasakan lagi tangan kananku. Mataku yang kabur mencoba melihat ke arah tangan kanan, tak ada darah, juga tak ada tangan kananku. Tangan kananku hilang dan aku histeris teriak tapi terhenti, karena dadaku semakin terasa sakit hingga pada saatnya aku kembali pingsan karena tidak dapat menahan rasa sakit.
"And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah you bleed just to know you're alive"
-iris : goo goo dolls-
Aku buka mataku, kesadaranku utuh tapi aku tidak bias merasakan alas tempat aku terbaring, yang ternyata memang tidak ada, aku melayang di atas sebuah ruangan putih, dan di bawahnya ada sebuah meja dengan satu kursi, dua-duanya berwarna hitam, menjadi bagian yang cukup menyolok dalam ruangan itu. Lalu satu persatu muncul dengan perlahan sebuah lampu meja, sebuah kalender meja, dan beberapa dokumen, ruangan ini pun tak lagi putih, dindingnya menjadi warna biru muda dan hampir di setiap sisinya muncul rak-rak buku dan rak tempat penghargaan. Ruangan ini menjadi seperti ruang kerja seseorang, tapi aku tidak tahu ini milik siapa. Aku masih melayang di atas ruangan ini, bisa bergerak bebas tapi tak bisa turun, hanya bergerak kedepan dan belakang serta kanan dan kiri.
Aku mencoba menyentuh dinding ruang itu, dan aku menembusnya tak dapat kusentuh, lalu ku tabrakkan tubuhku ke dinding itu, dan aku menembusnya memasuki ruang yang lain. Seperti kantor sebuah perusahaan. Lalu aku masuk lagi ketempat pertama aku berada. Di dalamnya sudah ada tiga orang berdasi lengkap dengan jas warna gelap dan satu orang berpakaian putih dengan jas putih. Meeka sedang mendiskusikan sesuatu, tapi aku tak dapat mendengarkan apa pun. Sesuatu yang jahat, begitu kata intuisiku, mereka berempat sedang merencanakan sesuatu yang jahat, entah apa kejahatannya, intuisiku selalu tidak bisa detail. Dan lagi-lagi cahay putih menyilaukan datang saat aku akan memperjelas pandanganku. Lalu aku tak merasakan apa-apa. Saat terbangun, masih sinar menyilaukan menusuk mataku,, dan terasa ada yang mengikat di setiap pergelangan tangan dan kakiku. Waktu sinar itu hilang aku melihat 5 orang berjubah putih dan 2 orang ber jas hitam ada di dekatku. Mereka membicarakan sesuatu, aku mendengarkan, tapi tidak jelas, yang aku dengar dengan jelas adalah namaku, yang lain tidak jelas. Kemudian aku rasakan sesuatu masuk merasuk kedalam nadiku, melalui nyeri kecil, dan kemudian aku merasakan sakit yang sangat hebat. Tak bisa berontak, sakit dan marah. Lalu aku berhenti bergerak.
Rizki Pradana
3 Agustus 2006 ; 14.26 WIB
Posted by Ksatria Petir at 8:49 PM 0 comments
Monday, May 08, 2006
Semakin Berat
Jalan yang ku lalui semakin rusak....
Langkah ku semakin berat...
tapi tak mungkin aku kembali...
tak mungkin aku tutur kembali luka...
Tuhan...
Kuatkan jiwaku...
kuatkan langkahku...
berikan aku ketenangan dalam langkah ku
menuju cahaya MU.
Posted by Ksatria Petir at 9:40 AM 0 comments

