Lalu semuanya menjadi gelap, di saat matahari semakin tinggi diatas kepalaku.
Lalu bercucuran keringat dibawah naungan cinta
Cahaya yg tanpa lelah menyinari, walau membuatku tak dapat menikmati cahayanya hari ini...
lalu semuany menjadi gelap, dan keringat bercucuran....
Cari!!!
Tuesday, April 28, 2009
cuma cinta
Posted by Ksatria Petir at 11:22 AM 2 comments
Labels: Puisi
Thursday, January 29, 2009
Birthday is not always give people happiness..
Sebuah kalimat klise berkata begini, "Tak semua jalan mulus dan lurus seperti yang bayangkan, ada saatnya kau harus berkelok-kelok, menghindar, melompat, atau bahkan terjatuh."
Duh Gusti... ampun.... jangan pukul aku di bagian ini lagi, aku tak kuat menahannya, tak sanggut tangan ku menangkis serangan-serangan Mu, walau ku tahu ini hanya cobaan bagiku dari Mu.
Duh Gusti... berikan aku kekuatan... untuk mengalahkan amarahku dan egoku.
Duh Gusti... Kuatkan Jiwaku saat menghadapi pukulan-pukulanMu,
Duh Gusti... Semoga yang kena pukulanmu akan menjadi kuat, sekuat pukulan yang kau berikan....
duh Gusti... izinkan aku menangis dan menyesali semua perbuatan di masa lalu, agar jernih mata hatiku melihat ke depan meraih cahayaMu, demi Ksatria kecil penerusku dan Bundanya yang setia menemaniku.....
Posted by Ksatria Petir at 11:27 AM 4 comments
Wednesday, January 28, 2009
Ketika mata tak dapat ku paksa terpejam
Jam sudah menunjuk angka 2 dan 12, tp mata tak sanggup ku pejamkan. aku lelah, tak sanggup lg mengejar cahaya.
Posted by Ksatria Petir at 2:15 AM 0 comments
Labels: Puisi
Monday, December 08, 2008
pelan...
Pelan, daun itu jatuh menikmati angin
Berhembus lembut
Menghibur yang tertiup
Lepaskan penat
Bawa jiwa
Terbang bebas
Menembus batas
Daun itu jatuh menikmati angin
Pelan.
19/08’07
Posted by Ksatria Petir at 11:42 PM 0 comments
Labels: Puisi
hakikat
Apakah aku harus marah,
untuk ungkapkan semua serapah?
Saat semua tak dapat melihatku,
Aku yang terkurung jasad
Tak nampak hakikat
10/08 ‘07
Posted by Ksatria Petir at 11:41 PM 0 comments
Labels: Puisi
Harmony II
akan aku lepaskan jasad
akan aku bebaskan jiwaku
namun aku bukanlah aku
aku adalah harmoni
jiwaku menyatu
dengan cahaya
dengan gelap
aku cahaya dalam gelap
aku bayangan dalam terang
aku bersujud kepada Yang Maha Terang
aku bersujud kepada Yang Maha Gelap
aku bersujud kepada Yang Maha Harmonis
aku Jiwa
16/08’07
Posted by Ksatria Petir at 11:40 PM 0 comments
Labels: Puisi
Harmony I
Saat aku harus kalahkan amarah
Saat aku harus batasi kesenangan
Saat aku melebur dalam keduanya
Aku tiupkan hakikat
Dalam keseimbanganku
Kepada harmoni
Sendiri di atas gelap dan terang
Kendalikan keduanya
Dalam keseimbangan
Kuasai, bukan dikuasai
Renangi, bukan tenggelam
Melayang, bukan terhempas
Aku adalah harmoni
16/7’07
Posted by Ksatria Petir at 11:39 PM 0 comments
Labels: Puisi
Thursday, September 04, 2008
ketika harus memilih.....
aku harus memilih
menjadi insan yang beriman....
atau
insan yang.......
Posted by Ksatria Petir at 9:44 AM 0 comments
Labels: Puisi
Monday, August 25, 2008
pegel
Sejak pagi aku tak memiliki semangat yang cukup untuk membuka mata, setiap nyeri di tubuh mengikis semangat yang sedari awal memang sudah sedikit...
Anjing!!!!!! Pegel banget sih nih badan gue......
Posted by Ksatria Petir at 8:46 AM 0 comments
Tuesday, April 15, 2008
Menuju Kegelapan
Sudah satu minggu aku tak menemukan cahaya yang ku harap menunjukan jalanku
aku bingung, lelah dan tak ingat masa-masa aku di terangi cahaya, kecuali dapat kutemukan kembali yang membuatku tersenyum.
Aku sesungguhnya telah di terangi oleh cahaya, sebuah cahaya yang membawa pembaharuan bagiku, tapi cahaya itu belum cukup terang untuk membawaku kembali ke jalan yang lurus. Aku kemudian kembali berlari menuju cahaya yang semakin jauh saat ku kejar....
kemudian aku kembali menuju kegelapan....
Posted by Ksatria Petir at 9:07 PM 0 comments
Labels: Puisi
Monday, August 20, 2007
Ampun......................
Tertatih aku menapaki jalanMu
Walau terluka, aku bertekad
Tetap hingga ujungnya
Saat jatuh, tanganMu ada untukku
ku lupa, kau tak lupa
HambaMu yang nista, hina
Allah,
Ampuni aku
Setiap langkahku
Allah,
Ampuni aku
Setiap nafasku
Allah,
Ampuni aku
Setiap pandanganku
Allah,
Ampuni aku
Setiap ucapku
20 agustus 2007
Posted by Ksatria Petir at 10:19 AM 1 comments
Pelan,
Daun itu jatuh menikmati angin
Berhembus lembut
Menghibur yang tertiup
Lepaskan penat
Bawa jiwa
Terbang bebas
Menembus batas
Lalu daun itu jatuh menikmati angin,
Pelan..
19 agustus 2007
Posted by Ksatria Petir at 10:17 AM 0 comments
Labels: Puisi
Apakah aku harus marah,
Untuk ungkapkan semua serampah?
Saat semua tak mampu melihatku,
Yang terkurung jasad.
Hanya jasad mampu dilihat,
Bukan hakikat.
Haruskah aku bersedih,
Jika kembali tenggelam,
Dalam jasad?
Terjebak tak berdaya, diperdaya nafsu
Jasad yang merusak jiwa
Terkubur di dalamnya.
19 agustus 2007
Posted by Ksatria Petir at 10:15 AM 0 comments
Labels: Puisi
Akan aku lepaskan jasad
Akan aku bebaskan jiwa
Namun aku bukanlah aku
Aku adalah harmoni
Jiwaku menyatu
Dengan cahaya
Dengan gelap
Aku cahaya dalam gelap
Aku bayangan dalam terang
16 agustus 2007
Posted by Ksatria Petir at 10:13 AM 0 comments
Labels: Puisi
Saat aku harus kalahkan amarah
Saat aku harus batasi kesenangan
Saat aku melebur dalam keduanya.
Aku tiupkan hakikat
Dalam keseimbanganku
Dalam harmoni
Sendiri di atas gelap dan terang
Kendalikan keduanya
Dalam keseimbangan
Kuasai, bukan dikuasai
Renangi, bukan tenggelam
Melayang, bukan terhempas
Aku adalah harmoni
16 agustus 2007
Posted by Ksatria Petir at 10:11 AM 0 comments
Labels: Puisi
Tuesday, November 15, 2005
Musikku....
Saat sangkala bertiup riuh, aku terus melangkah dalam pedih rasa, dan getir jiwa.
Saat dentam hip-hop mendesak di dada, tubuhku tak dapat berhenti untuk terus saling mematahkan tulang-tulangku yang sampai saat ini tak pernah patah...
mungkin Tuhan sayang padaku, tapi Iblis telah menangkapku dalam denyut alunan musik yang membuatku......
Posted by Ksatria Petir at 9:58 PM 0 comments
Labels: Puisi
Wednesday, August 24, 2005
Siklus Air Milennium
Kepulan asap racun
Perlahan terbang ke atas
Bersatu dengan awan
Awan kemudian bersatu
Larut dalam hujan
Dan mengalir dalam bumi
Menuju sumur-sumur kehidupan manusia
Dan jatuh kedalam kerongkongan Lalu…
14 januari 2002
T 57
Cililitan – BlokM
Posted by Ksatria Petir at 11:55 AM 0 comments
Labels: Puisi
I,II dan III
I.Segalanya berubah dengan cepat, tak hanya berubah, tapi juga berlalu, lewat tak berbekas. Sepi sendiri berlalu tanpa perih, diam hanya menyayat jiwa. Ketertawan atas perih selalu buat aku termenung dalam sepi. Duduk pun seakan hanya menanti diri untuk bisa teriak, tapi sungguh tuli telinga hatinya. Aku telah teriak bagai membuang perih, namun dalam hati, karena takut raga ini tak kuat, lalu mati ditikam perih. Perasaan mati, hilang tak berbekas, sepi!!!
II.Senyum dari bibirmu rekahkan jiwa, sejukkan panas dalam hati, walau hebatnya perih aku bisa tersenyum nikmat. Entah mungkin aku gila. Sakit hatiku bisa terobati oleh senyum. Sungguh luar biasa atau aneh. Yang ku tahu adalah yang kurasakan. Dan jika memang harus seperti itu, aku hanya bisa syukuri nikmat Tuhan dengan senyuman. Dan setiap kali sakit datang, aku hanya bisa merinti dan mengeluh dalam hati. Karena hanya tawa dan senyuman terlukis diwajah. Namun terkadang tangis keluar diwajah, tanpa rintihan diawal.
III.Penat ada dikepala resahkan jiwa buatku berputar dalam pekat. Sepi menanti sukmaku yang melayang diluar raga. Saksikan kebodohan-kebodohan manusiawi yang dilakukan raga. Hari terus berlalu dan berganti hitam, melalui kuning dan jingga diwarna langit. Perih cahayanya bagai menusuk mata yang menatap dalam tangis. Aku menanti perih dalam cinta atau menanti cinta dalam perih ? andai ada nikmat walau setitik, pasti bisa tutupi perih yang meniti hari demi cinta.
25 Juli 002Salemba – CCF
Posted by Ksatria Petir at 11:45 AM 1 comments
Labels: Puisi
Monday, August 22, 2005
Raih CintaMu
Kenapa kantuk yang kujelang?
Saat coba raih cinta Mu
O… yang Maha Hidup
Turunkan kuasa Mu
Hidupilah hatiku
Senantiasa hanya untuk Mu.
Cintaku masih untuk Mu
Walau ku menyayangi hambamu yang jelita
Tetap satu untuk Mu
Wahai Cintaku
Cintailah aku
Maha Pecinta
Berikanlah cinta Mu
Walau hamba Mu yang jelita tak mencinta
Tetap satu untuk Mu dan dia
Cintaku
Sayangi manusia
Untuk raih cinta Mu
Wahai Maha Pecinta
Meski kantuk yang kau berikan
Aku bersungguh ingin raih cinta Mu
Dan aku pasti bertahan.
Masjid Mawar
Posted by Ksatria Petir at 8:01 PM 0 comments
Labels: Puisi
Berkati Mereka
Dalam sepi aku berteriak
jika nafas ini tak berhenti
Dalam gelap aku memandang
Jika jiwa ini tak pergi lagi
Dalam sakit aku berontak
Jika raga ini mengizinkan
Tuhan berkatilah mereka meninggalkanku dalam sepi
Tuhan datangkanlah petunjuk
bagi mereka yang mengurungku dalam gelap
Tuhan turunkan rahmat Mu
bagi yang menyakitiku
dalam gelap dan sepi.
dan Tuhan biarkan mereka mendahuluiku menghadapMU
11 Januari 2002
Posted by Ksatria Petir at 8:00 PM 0 comments
Labels: Puisi

